Paguyuban PKL Malioboro Bantah Tuntut Turis Soal Adanya Getok Harga - www.digitalinformasi.com
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Paguyuban PKL Malioboro Bantah Tuntut Turis Soal Adanya Getok Harga

jalan malioboro, malioboro, malioboro jogja, malioboro yogyakarta, makanan malioboro, lesehan malioboro
Ilustrasi Jln Malioboro, Jogjakarta.  (Detikcom/Edzan Raharjo)
Paguyuban PKL Malioboro Bantah Tuntut Turis Soal Adanya Getok Harga
Beberapa hari ini viral dimedia sosial tentang harga satu porsi pecel lele yang dinilai terlampau mahal di Malioboro. Paguyuban pedagang kaki lima (PKL) Di Malioboro, Yogyakarta, menyatakan tidak akan menggugat wisatawan yang mem viralkan harga satu porsi pecel lele yang dinilai sangat mahal. Pernyataan tersebut sekaligus menjadisatu bantahan atas beredarnya kabar bahwa anggota paguyuban lesehan Malioboro berencana akan mengambil langkah hukum kepada wisatawan yang menyebar video di TikTok dengan nama akun @aulroket, terkait dengan delik pencemaran nama baik.
 
"Paguyuban Pedagang lesehan di Malioboro tidak akan melakukan suatu langkah hukum terkait viralnya video tiktok itu. Hal ini pun sudah di konfirmasi kepada seluruh anggota paguyuban," jelas Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM) yang bernama Bpk. Desio Hartonowati pada Jumat: 28/5. Beliau menyebut bahwa paguyuban PKL Malioboro sudah ikhlas dan juga memilih menjadikan peristiwa itu sebagai suatu pembelajaran.

Juga keterangan dari Presidium Paguyuban Kawasan Di Malioboro, Bpk.Sujarwo, menambahkan kalau kabar / berita yang menyebutkan bahwa PKL Malioboro akan melakukan suatu tuntutan adalah suatu pernyataan salah seorang anggota saja. Dan Pernyataan tersebut tidak mewakili dari semua komunitas pedagang, karena pernyataan tersebut diutarakan tanpa adanya sepengetahuan dari pengurus.
 
Bagi Sujarwo sebagai Presidium Paguyuban Kawasan Malioboro, membuat klarifikasi melalui media sosial sudahlah cukup dan juga tidak perlu sampai keranah hukum. Peristiwa tersebut tidak berpengaruh pada daya pikat dari Malioboro maupun para PKL disana. Kawasan wisata Malioboro masih tetap ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

"Semua pihak harus bisa sama sama mengambil sebuah pelajaran untuk perbaikan kedepannya, tidak perlu diperpanjang," ucap Sujarwo.

Bapak Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi juga mengimbau agar tidak mempemasalahkan lebih panjang peristiwa ini. Hal wajar jika ada wisatawan yang salah mengartikan kalau semua wilayah sebagai satu kawasan Malioboro.
 
Ternyata Lokasinya Bukan Di Jalan Malioboro
 
Keterangan dari Bpk. Adi Kusuma juga selaku Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP) mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut, lantaran di video viral tersebut tidak disebutkan secara spesifik dimana lokasi warung makan yang dimaksud.

"Kami mengacu dari sidak yang sudah kami lakukan dilapangan bahwasannya memang ditemukan satutempat yng daftar harganya hampir mirip dgn yang ada divideo viral tiktok tersebut," jelasnya
 
Dari hasil penelusuran bahwa warung pecel lele yang viral akibat konten video TikTok itu bukan berlokasikan dijalan Malioboro, melainkan berada diJalan Perwakilan. Jalan tersebut merupakan ruas penghubung Malioboro dengan Jalan Mataram. Dan wujudnya pun bukan kaki lima, melainkan sebuah rumah makan / restoran. Tapi bikin videonya dijalan Malioboro. Sumber berita: cnnindonesia.com
 
Tips Makan Dilesehan Malioboro:
Kalau anda mau makan dilesehan malioboro sebaiknya tanya dulu harganya sebelum memesan.

Post a Comment for "Paguyuban PKL Malioboro Bantah Tuntut Turis Soal Adanya Getok Harga"

cara memperbaiki printer canon epson hp brother dan laserjet